Cek Dulu Komposisi Tinta Offset Biar Nggak Salah Pilih 2

Cek Dulu Komposisi Tinta Offset Biar Nggak Salah Pilih

Tinta offset merupakan tinta yang digunakan khusus untuk keperluan percetakan offset. Cara kerja tinta ini sama halnya dengan tinta-tinta yang lain, bedanya terletak pada sifat dan komposisinya.

Tinta offset memiliki banyak pilihan warna, sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Selain itu tinta offset ini juga menggunakan alat khusus agar bisa berfungsi dengan maksimal.

Nah, kali ini yang akan kita bahasa adalah komposisi tinta cetak offset. Dimana terdapat beberapa bahan kimia di dalamnya. Langsung saja, berikut ulasannya!

Pigmen dalam Tinta Offset

Salah satu komposisi tinta offset adalah pigmen. Pigmen tidak menghasilkan warna tertentu sehingga berbeda dari zat-zat pendar (luminescence). Terdapat 3 pigmen yang digunakan untuk bahan tinta offset:

Pigmen Organik

Pigmen organik merupakan pigmen yang bahan bakunya dari bahan organik seperti batu bara, minyak bumi dan juga tanaman. Biasanya, pigmen organik berupa bubuk dan partikelnya sangat halus, sehingga pigmen ini akan berefek pada tinta offset. Dimana tinta yang satu ini menjadi lebih stabil dan mudah mengalir.

Kelemahan dari pigmen organik yaitu kurang tahan pada bahan kimia, cahaya, dan temperatur tinggi. Contoh pigmen organik adalah phthalcocyanine blue dan hansa yellow.

Pigmen Anorganik

Bahan baku pigmen anorganik dihasilkan dari bahan galian atau mineral-mineral yang lain. Pigmen ini menjadi bahan terkuat dalam komposisi tinta offset. Keunggulan penggunaan pigmen anorganik ini yaitu mampu bertahan dari panas, cahaya matahari, dan bahan kimia.

Di sisi lain, kekurangan pigmen anorganik yaitu sulit didispersikan karena bentuknya yang kasar dan keras. Warna yang dihasilkan terbatas dan intensitas warna tidak terlalu cerah. Contohnya, Chrome Green dan Prussian Blue.

Pigmen Carbon Black

Selain dua pigmen diatas, ada pula carbon black. Pigmen ini dihasilkan dari hasil aktivitas pembakaran minyak atau gas alam. Keunggulan pigmen carbon black adalah sebagai antisipasi warna yang kurang . Contoh pigmen ini yaitu Magena, Cyan, dan Yellow.

Vernis

Cek Dulu Komposisi Tinta Offset Biar Nggak Salah Pilih 3

Selain pigmen, pada komposisi tinta offset dibutuhkan juga vernis (bahan pengikat) yang berguna mengikat partikel pigmen sampai menjadi pasta, vernis juga berguna untuk mengikat bahan pewarna supaya mudah dicetak pada permukaan bahan yang akan dicetak. Bahan vernis tersebut antara lain:

  1. Liquid Ink : bertekstur cair seperti air, terdiri dari minyak dan resin. Biasanya vernis jenis ini dipakai pada tinta cetak rotogravure.
  2. Oil based ink : bertekstur kental, komposisinya sama dengan vernis liqud ink. Vernis jenis inilah yang dipakai pada pembuatan tinta cetak offset.
  3. Additive : biasa disebut dengan bahan penolong. Dalam pembuatan tinta cetak offset harus ditambah dengan bahan kimia yang lain, supaya daya tahan tinta dan kualitasnya menjadi sangat baik. Bahan penolong yang dipakai dalam pembuatan tinta cetak offset antara lain anti set-off dan plasticizer.

Sesuaikan Antara Tinta Dan Produk

Jika kamu sudah mengetahui komposisi tinta offset, setelah ketahui juga bagaimana pembuatan barang yang akan dicetak dengan tinta-tinta offset sesuai dengan pesanan. Kamu perlu mengetahui bagaimana majalah, buku, brosur booklet yang akan dicetak pada percetakan offset.

Cek Dulu Komposisi Tinta Offset Biar Nggak Salah Pilih 4

Apabila buku menggunakan hard cover , kamu harus melihat dengan cermat kualitas cetakan hard cover tersebut. Pastikan agar gambar tidak pecah.

Itulah informasi yang bisa diberikan tentang komposisi tinta offset.  Jika kamu menginginkan percetakan dengan tinta offset terbaik untuk majalah/buku/brosur dan lain-lain. Silahkan hubungi Azagi Print segera sebagai solusi terpercaya. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *